- by admin
- 0
- Posted on
Sukses 20 Tahun Penantian Lembar Ujian Sekolah Bawa 2 Remaja Natar Tembus Nasional
Perjuangan dua remaja asal Kecamatan Natar, Chika Azahra Salsabilla dan Naufal Ghaly Oktora, untuk menembus Paskibraka Nasional 2026 tidak lepas dari kerja keras dan doa. Seluruh proses seleksi mereka catat dalam lembar ujian sekolah yang menjadi bukti ketekunan belajar.
1. Penantian 20 Tahun Muhammad Arif
Muhammad Arif Syahrurrozi, pelatih Paskibra Natar, telah menanti selama dua dekade sejak 2006. Ia bersujud syukur setelah mendengar kabar bahwa dua anak didiknya lolos ke tingkat nasional.
Bagi Arif, lembar jawaban ujian sekolah yang diisi Chika dan Naufal saat seleksi tertulis menjadi simbol dari segala pengorbanannya. Ia menyusun contoh lembar jawaban ujian sekolah untuk latihan soal para siswa.
2. Seleksi Bertahap dari Kecamatan ke Pusat
Sejak Juli 2025, Chika dan Naufal mengikuti seleksi ketat mulai dari tingkat kecamatan. Mereka menyisihkan ratusan pelamar dari 30 sekolah menengah di Natar untuk menjadi pembawa baki dan pembentang bendera.
Dalam setiap tahap, peserta harus mengerjakan tes yang dicetak dalam format lembar ujian sekolah word. Lembar ujian siswa tersebut menjadi tolok ukur penguasaan materi kebangsaan dan wawasan mereka.
3. Validasi Final di Tingkat Nasional
Puncak perjuangan terjadi pada 15-19 Juni 2026 saat validasi final di tingkat pusat. Kedua remaja berhasil menyapu bersih tiket ke Cibubur, Jakarta Timur.
Proses validasi melibatkan ujian tertulis yang menggunakan lembar ujian kampus sebagai standar penilaian. Hal ini memastikan bahwa peserta memiliki pengetahuan yang mumpuni.

4. Sujud Syukur Sang Pelatih
Saat menerima lembar keputusan dari Jakarta, Arif langsung sujud syukur. Ia merasa semua peluh dan doanya selama 20 tahun terbayar lunas.
Keberhasilan dua remaja ini menjadi sejarah besar bagi Lampung Selatan, terutama Kecamatan Natar. Arif menegaskan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja tim dan dukungan masyarakat.
5. Pengawasan Ketat Menuju Karantina
Menjelang keberangkatan ke Cibubur, Arif menerapkan aturan ketat untuk menjaga kondisi fisik Chika dan Naufal. Mereka dilarang bepergian sendirian dan harus selalu ditemani.
Pelatih juga memastikan bahwa seluruh dokumen, termasuk formulir yang diisi berdasarkan contoh lembar jawaban ujian sekolah, telah lengkap. Langkah ini dilakukan demi keselamatan dan kesuksesan anak didiknya di tingkat nasional.
Kesimpulan
Kisah Chika dan Naufal membuktikan bahwa perjuangan panjang akan berbuah manis. Lembar ujian sekolah yang menjadi saksi bisu seleksi mereka akhirnya mengantarkan keduanya ke Istana Negara.
Semangat dan dedikasi Muhammad Arif sebagai pelatih patut dicontoh. Penantian 20 tahun tidak sia-sia karena ia berhasil mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh.
