- by admin
- 0
- Posted on
Ternyata Begini Cara Membuat Tesis Menjadi Jurnal dalam 5 Langkah Mudah
Proses mengubah tesis menjadi artikel jurnal seringkali membingungkan bagi mahasiswa tingkat akhir. Banyak yang bertanya bagaimana cara membuat tesis menjadi jurnal yang layak terbit di jurnal bereputasi. Artikel ini akan memandu Anda melalui tujuh langkah praktis agar transformasi itu berjalan mulus.
Langkah 1: Bedakan Tesis dan Jurnal Ilmiah
Tesis ditulis dengan format panjang dan detail, sedangkan jurnal menuntut ringkasan yang fokus. Jurnal hanya memuat inti penelitian, termasuk latar belakang, metode, hasil, dan kesimpulan secara padat.
Pahami bahwa jurnal bukan sekadar potongan tesis, melainkan narasi baru yang berdiri sendiri. Anda perlu menyusun ulang argumen agar pembaca yang tidak membaca tesis tetap paham.
Langkah 2: Identiksi Jurnal Target
Cari jurnal yang sesuai dengan bidang kajian Anda, misalnya Contoh Jurnal Manajemen jika Anda meneliti topik bisnis. Kunjungi Situs Jurnal terpercaya seperti Google Scholar atau portal jurnal universitas untuk melihat panduan penulisan.
Setiap jurnal memiliki fokus dan gaya selingkung berbeda. Cocokkan topik tesis dengan ruang lingkup jurnal agar peluang diterima lebih besar. Jangan lupa perhatikan indeksasi dan reputasi jurnal.
Langkah 3: Pilih Bagian Tesis yang Paling Relevan
Fokus pada satu atau dua temuan utama dari tesis Anda. Contoh Tesis Kualitatif biasanya menyajikan data naratif, sementara Contoh Tesis Akuntansi lebih menonjolkan angka. Ambil intisari yang paling menarik bagi pembaca jurnal.
Buang bagian yang terlalu teknis seperti lampiran atau pembahasan panjang yang tidak penting. Ingat, jurnal dibatasi jumlah halaman, jadi setiap kalimat harus bernilai.
Langkah 4: Adaptasi Struktur Tulisan
Gunakan format IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) yang lazim di jurnal. Ubah bab tesis menjadi bagian-bagian pendek yang langsung ke poin. Contoh Proposal Tesis sering dijadikan acuan untuk kerangka jurnal.
Pastikan pendahuluan langsung menyebut celah penelitian, metode dijelaskan ringkas, dan hasil disajikan dalam tabel atau grafik yang mudah dibaca. Hindari paragraf panjang seperti di tesis.

Langkah 5: Tulis Ulang dengan Gaya Bahasa Jurnal
Ganti bahasa yang terlalu formal atau akademik kaku menjadi lebih lugas dan objektif. Contoh Jurnal Skripsi yang baik menunjukkan gaya penulisan yang jelas tanpa kehilangan kedalaman ilmiah.
Periksa kembali istilah-istilah khusus dan pastikan tidak ada ambigu. Gunakan kalimat aktif sebisa mungkin untuk meningkatkan keterbacaan, namun tetap sesuai kaidah ilmiah.
Langkah 6: Sesuaikan Sitasi dan Referensi
Format sitasi harus mengikuti aturan jurnal target, misalnya APA atau IEEE. Selain itu, tambahkan referensi terbaru yang relevan untuk memperkuat argumen. Jangan hanya mengandalkan daftar pustaka dari tesis.
Banyak jurnal mewajibkan minimal 15-20 referensi, dengan mayoritas dari 5-10 tahun terakhir. Gunakan fitur reference manager seperti Mendeley atau Zotero agar rapi.
Langkah 7: Proofread dan Dapatkan Umpan Balik
Setelah draft selesai, bacalah berulang kali atau minta teman sejawat mengoreksi. Contoh Disertasi sering dijadikan tolok ukur karena ketelitiannya, tapi untuk jurnal koreksi kesalahan kecil sangat penting.
Kirimkan ke dosen pembimbing atau editor jurnal untuk mendapatkan masukan sebelum submit. Jangan ragu merevisi sesuai saran agar kualitas naskah semakin baik.
Kesimpulan
Mengubah tesis menjadi jurnal memerlukan perencanaan dan adaptasi yang cermat. Dengan mengikuti tujuh langkah di atas, Anda dapat meningkatkan peluang publikasi ilmiah.
Ingat, konsistensi dan ketelitian adalah kunci. Mulailah dari sekarang, karena publikasi jurnal tidak hanya menambah nilai akademik, tetapi juga kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.
